Spurs Pagari Eriksen Dengan Harga Mahal

Tottenham Hotspur kabarnya telah menetapkan harga transfer bagi salah satu pemain andalannya yakni Christian Eriksen dengan harga mencapai 220 juta Pounds. Hal ini dilakukan untuk menjaga Eriksen dari kejaran Real Madrid.

Saat ini Eriksen memang berstatus sebagai salah satu pemain andalan dari manajer Spurs, Mauricio Pochettino. Meski berstatus sebagai pemain utama, namun Eriksen belum bersedia memperpanjang kontrak bersama dengan Spurs. Saat ini kontrak sang pemain hanya tersisa sampai tahun 2020 mendatang.

Melihat performa yang ditunjukkan oleh Eriksen bersama dengan Spurs, Madrid kabarnya sangat tertarik untuk bisa memboyong pemain asal Denmark itu ke Santiago Bernabeu. Eriksen yang sejauh ini telah mencetak 58 gol dari 240 penampilannya bersama dengan Spurs dinilai Madrid akan menjadi pengganti yang sepadan untuk Luka Modric. Nama terakhir ini memang diyakini akan hengkang ke klub lain pada musim panas tahun depan.

Namun usaha Madrid untuk bisa memboyong Eriksen dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah karena akan mendapatkan halangan dari pihak Spurs. Bahkan Daniel Levy selaku pemilik klub telah memagari mantan pemain Ajax Amsterdam itu dengan harga mencapai 220 juta Pounds. Madrid diyakini akan mundur dalam perburuan Eriksen karena harga yang terlampau tinggi tersebut.

Melepas Eriksen ke klub lain tentu bukanlah opsi yang diinginkan oleh pihak Spurs saat ini. Klub asal London Utara itu selama beberapa musim terakhir memang menjelma menjadi salah satu klub besar Premier League. Jadi untuk bisa terus bersaing di papan atas Premier League, maka Spurs diwajibkan unuk bisa menjaga para pemain bintang mereka seperti saat mereka berhasil memperpanjang kontrak dari Dele Alli, Harry Kane, hingga Son Heung-Min.

Suarez Setuju Gabung Arsenal?

Bursa transfer pemain musim dingin baru akan secara resmi dibuka pada bulan Januari nanti. Meski demikian, beberapa klub saat ini diketahui telah bergerak dalam memburu pemain incaran mereka. Salah satu klub yang dimaksud yakni klub asa Premier League, Arsenal.

Belakangan ini muncul kabar yang menyatakan bahwa The Gunners sudah hampir pasti merekrut gelandang milik Barcelona, Denis Suarez. Sang pemain kabarnya telah menyepakati kesepakatan personal dengan klub yang berbasis di kota London tersebut.

Nama Suarez memang sudah cukup lama dirumorkan akan segera angkat kaki dari Camp Nou. Pemain yang didatangkan dari Villarreal di tahun 2016 itu memang lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan bersama Blaugrana. Hal itu tak lepas dari sengitnya persaingan untuk mengisi lini tengah Barcelona. Selain itu, Suarez juga dinilai masih belum cocok untuk bermain dengan gaya permainan yang diterapkan oleh Barcelona saat ini. Oleh karena itu, Suarez diyakini telah menerima pinangan dari Arsenal yang siap memboyong dirinya ke Inggris di bulan Januari nanti.

Untuk bisa mengamankan tanda tangan Suarez, The Gunners disebut-sebut siap menggelontorkan dana mencapai 35 juta Euro atau setara dengan 575 miliar rupiah. Kedatangan Suarez nantinya diharapkan akan mampu menggantikan peran dari Aaron Ramsey.

Musim ini memang diyakini akan menjadi musim terakhir bagi Ramsey berkostum The Gunners. Hal itu tak lepas dari kabar yang menyebutkan bahwa pemain asal Wales itu telah menolak tawaran perpanjangan kontrak yang telah diberikan oleh pihak Arsenal kepada dirinya. Seperti diketahui, kontrak Ramsey sendiri akan segera berakhir bersama dengan Arsenal, tepatnya di akhir musim ini.

Membela Arsenal, Alexandre Lacazette Langsung Jatuh Cinta dengan London

Alexandre Lacazette
Alexandre Lacazette

Alexandre Lacazette telah mengakui bahw ia langsung Jatuh Cinta dengan kota London setelah ia membela Klub arsenal pada musim yang lalu. Ia merasa bahwa ia dapat menjalani hidup dengan Lebih tenang di Ibukota Inggris itu.

Alexandre Lacazette telah bergabung dengan Klub Arsenal pada bulan juli 2017 yang lalu. Ia di beli dari Lyon dengan Harga sebesar 53 juta Euro.

Penampilannya juga sejauh ini sudah cukup sangat memuaskan sekali. Para pemain yang berasal dari Prancis itu sudah mencetak 23 gol dari 53 laga pertandingan di semua Kompetisi yang sudah dijalankan.

Khusus Musim ini Alexandre Lacazette telah Mencetak 6 gol dari 14 laga pertandingan. Ia juga sudah membantu Klub arsenal untuk meraih Community Shield di tahun lalu.

Proses adaptasi yang cepat di london memang menjadi salah satu alasan kenapa Alexandre Lacazette langsung bersinar di Klub arsenal

“Aku sangat cinta dengan kota london. Ini termasuk sebuah kota yang sangat besar,”Kata Alexandre Lacazette  Seperti yang dikutip dari Evening Standard.

“Cara Orang-orang berpikir disini sungguh sangat mengagumkan. Semuannya sangat berbeda daripada di Prancis,”Tuturnya lagi.

“Selain dari itu aku juga sangat menyukai kota London karena tidak banyak yang mengenal saya disini. Terkadang aku Pergi tanpa menggunakan Topi dan kacamata tetapi tidak ada yang menyapaku, dan itu sangat Bagus sekali untuk sebuah ketenangan dan kenyamananku,”tuturnya.

 

 

 

 

Kovacic Betah Jalani Karir Di Chelsea

Gelandang Real Madrid, Mateo Kovacic yang saat ini tengah menjalani masa peminjaman bersama dengan Chelsea menegaskan bahwa saat ini dirinya hanya fokus dengan karirnya di Stamford Bridge dan enggan memikirkan masa depannya usai masa peminjaman dirinya berakhir akhir musim nanti.

Sejak dipinjamkan dari Madrid di musim panas lalu, Kovacic telah mencatatkan 15 penampilan bersama dengan The Blues di semua kompetisi.

Selama menjalani karir di Madrid, Kovacic kesulitan untuk mendapatkan menit bermain sebagai pemain utama. Mengenai hal tersebut, Kovacic mengaku bahwa dirinya tidak ingin memikirkan mengenai apakah dirinya akan masuk ke dalam daftar rencana dari Los Merengues musim depan. Pemain berpaspor Kroasia itu hanya ingin menikmati waktunya saat ini memperkuat Chelsea.

“Saya ingin menjalani karir saya dengan bahagia dan saya merasa sangat bahagia bersama dengan Chelsea saat ini. Saya bahagia ketika bermain. Saya ingin memiliki tanggung jawab di dalam tim saya dan saya merasakan hal tersebut saat ini bersama dengan Chelsea,” ucap Kovacic.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal lain selain terus bermain dan menikmati kesempatan yang saya dapatkan. Saat ini saya tidak ingin memikirkan hal-hal lainnya yang akan terjadi di masa depan. Saya hanya ingin bahagia dengan melakukan semua yang saya sukai yakni dengan bermain di setiap pekan,” tutup mantan pemani Inter Milan tersebut.

Masa depan Kovacic sepenuhnya tergantung dengan keputusan dari Real madrid musim depan. Pasalnya, meski dipinjamkan selama satu musim penuh kepada Chelsea, namun Los Blancos tidak mengikutkan opsi pembelian permanen bagi Chelsea dalam opsi kontrak tersebut.

MU Dapatkan Persaingan Dari Juventus Untuk Dapatkan Ruben Neves

Ruben Neves Gelandang Milik Wolverhampton Wanderers Curi Perhatian Di Liga Inggris.

Arenaliga.org  – Klub asal Inggris, Manchester United  memang sedang memantau aksi dari gelandang Wolverhampton Wanderers, Ruben Neves. Akan tetapi MU mendapatkan persaingan yang sangat serius dari raksasa Italia, Juventus untuk mendapatkan Neves.

Nama Ruben Neves memang sedang menjadi trend di Primer Leangue, bukan karena  namanya dan asalnya, namun performannya bersama Wolverhampton di Primer Leangue yang mendapatkan pantauan dari banyak klub top eropa, terutama di Inggris.

Manchester United menjadi salah satu tim yang di rumourkan akan segera mendatangkan sang pemain ke Theater Of Dreams. Di Samping banyak klub yang juga mengincar tanda tangan dari Neves.

Keinginan United untuk mendatangkan Neves karena yang bersangkutan menjadi salah satu pemain yang di gosipkan akan menggantikan peran Paul Pogba di klub. Ya, Pogba memang gencar di beritakan akan segera meninggalkan Inggris dalam waktu dekat terutama pada musim depan.

Nah, kubu MU sendiri sudah segera untuk mengantisipasi kepergiaan dari sang pemain mengingat mereka tengah mengincar Ruben Neves pada Januari mendatang.

Namun langkah mereka untuk mendapatkan pemain berusia 22 tahun itu tidaklah mudah mengingat mereka akan mendapatkan persaingan ketat dari Juventus yang juga menginginkannya.

Juve sendiri bukan nama baru ketika mengincar Neves. Ketika sang pemain masih bermain di Liga Portugal bersama FC Porto merreka nyaris mendapatkannya.

Tidak hanya itu, Cristiano Ronaldo yang merupakan rekan senegara Neves, memberikan saran kepada klubnya untuk mendatangkan sang gelandang. Mengingat ia merupaka pemain yang memiliki potensi untuk menjadi gelandang terbaik dunia di masa depan.

Fellaini Sebut Awal Buruk Tidak Akan Jadi Halangan Bagi MU

Tidak bisa kita pungkiri, musim awal yang dijalani oleh Manchester United bisa dibilang buruk. Banyak yang beranggapan bahwa kans Manchester United untuk meraih gelar juara di kompetisi Premier League semakin menipis, bahkan mereka terancam akan berada pada papan tengah saat kompetisi Premier League berakhir.

Sebenarnya United sempat tampil dengan meyakinkan ketika berhadapan dengan Leicester City pada pertandingan pertama mereka di Premier League, namun pada pertandingan selanjutnya, United kerap menelan kekalahan, bahkan ketika bermain di kandang sendiri. Kekalahan yang mereka telan juga bukan kekalahan dengan skor yang tipis, bayangkan saja ketika mereka berhadapan dengan Tottenham di kandang, mereka harus menelan rasa malu dihadapan para pendukung di Old Trafford.

Para pendukung juga melayangkan kritikan yang begitu pedas kepada Paul Pogba yang gagal menampilkan performa yang terbaik saat bermain bersama MU di musim ini. Tidak hanya itu saja, sang pemain juga diberitakan akan segera hengkang dari Setan Merah karena merasa tidak bahagia. Hal ini dikarenakan ia terlibat perselisihan dengan Jose Mourinho sang manajer.

Namun Fellaini menjelaskan bahwa musim masih panjang dan awal yang buruk tidak akan menjadi masalah berarti bagi Manchester United.

“Saat ini masih awal musim, masih ada banyak pertandingan yang menunggu didepan,” ungkap Fellaini seperti ditulis di laman resmi Manchester United.

“Dua tahun ini sudah kami lalui dengan sangat baik. Memang ada sedikit pengurangan pada musim ini, tapi kami akan berusaha karena musim masih panjang,” tutup Fellaini.

Ryan Giggs Berharap Supporter Tetap Mendukung Manchester United

Mantan pemain dari Manchester United yang bernama Ryan Giggs menilai kalau Manchester United masih sangat membutuhkan dukungan dari supporter untuk saat ini. Ryan Giggs melihat jika The Red Devil masih memiliki peluang untuk bangkit kembali.

” Saya datang ke Old Trafford sebagai supporter pada saat laga melawan Tottenham Hotspur, Yang dibutuhkan oleh Club saat ini adalah sebuah dukungan dari supporter,” Ujar Ryan Giggs.

” Kami sedang berada pada masa – masa yang cukup sulit, Tetapi kami sudah pernah berada pada posisi itu dan kami berhasil melewatinya.”

” Supporter harus tetap memberikan dukungan untuk para pemain maupun manajernya, Itu adalah sebuah hal yang terbaik yang dapat diberikan.” Ungkap Ryan Giggs.

Ryan Giggs Berharap Supporter Tetap Mendukung Manchester United

Sebelumnya juga Ryan Giggs bependapat jika pelatih dari The Red Devil yang bernama Jose Mourinho bukanlah seorang manajer yang tepat untuk The Red Devil. Hal tersebut lah yang membuat dirinya mengundurkan diri dari bangku assisten manajer di Manchester United.

” Jose Mourinho adalah seorang pemenang, Tetapi sepertinya dia bukan lah tipikal seorang manajer The Red Devil. Namun pihak Club sedang berada di dalam situasi di mana mereka harus bisa bangkit dalam jangka waktu yang singkat ini,” Tutur Ryan Giggs.

Manchester United telah melewati awal yang buruk di musim 2018 – 2019. The Red Devil sudah kalah dua kali dari tiga laga yang telah dijalaninya.

Paul Pogba Akan Meninggalkan Manchester United

Paul Pogba sepertinya tidak betah lagi bermain di Manchester United ( MU ) Gelandang yang berasal dari prancis itu dikabarkan sudah meminta untuk lepas dari setan merah pada saat bursa transfer musim panas ini

Media Spanyol ( Marca ) melaporkan bahwa Paul Pogba sudah minta Manchester united untuk menjualnya di musim panas 2018 ini, Tetapi permintaannya tersebut langsung saja ditolak oleh para petinggi setan merah.

Mino Raiola selaku agen dari Paul Pogba juga sudah diyakini bahwa dia sedang berusaha keras untuk membawa mantan pemain dari Juventus itu keluar dari Manchester United. Tetapi Setan Merah tetap tidak mau bernegosiasi dengan klub manapun

Paul Pogba tidak betah lagi di Manchester United dikarenakan memang tidak mampu untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Selama dua musim ini dia bermain dengan Manchester United dia kelihatan tidak sehebat ketika dia masih memperkuat Juventus.

FC Barcelona juga dikabarkan sangat berminat dengan paul POGBA, Barcelona juga diyakini akan berusaha untuk menggoda Manchester United dengan mengajukan penawaran yang mewah untuk dapat merekrut Paul Pogba sebelum bursa transfer 2018 ini ditutup pada tanggal 31 agustus.

FC Barcelona juga masih bisa merekrut pemain hingga 31 agustus mendatang. Tapi, Jendela transfer di inggris telah berakhir pada tanggal 10 agustus lalu, The Red Devil juga tentunya keberatan untuk melepas Paul Pogba karena mereka sudah tidak dapat merekrut pemain lain lagi.

MU Tidak Ada Seorang Pemimpin Di Lini Belakang

Arenaliga.org  –  Manchester United pada awal musim ini tampaknya sedang mengalami masa sulti dimana mereka hanya berhasil meraih satu kemenangan dari dua pertandingan yang telah di jalaninya. Sempat menang dengan skor 2-1 pada dua pekan lalu, mereka justru harus mengalami kesialan ketika bertamu ke kandang Brighton dan harus mengakui kehabatan tuan rumah dengan skor 3-2.

Jika di telusuri bahwa kekalahan itu merupakan kekalahan yang di sebabkan oleh dua bek MU yakni Vicktor Lindelof dan Erick Bailly yang bermain dengan sangat buruk. Miss komunikasi memabuat keduanya menampilkan permainan yang tidak terlalu baik hingga kebobolan tiga gol di babak pertama.

Melihat hal tersebut Jose Mourinho memang harus segera merubah strateginya dengan kemungkinan mengganti kedua bek tersebut dengan pemain yang lebih matang dalam jam terbang seperti Chris Smalling atau pun Phile Jones.

Salah satu Jurnalis dari Skysport News yaitu Danny Higginbotham, mengatakan jika kelemahan MU musim ini jelas terdapat pada sektor bek tengah. Menginngat Mourinho yang kerap kali merombak pasang para beknya hingga tidak memiliki komunikasi antar bek yang bagus sehingga melakukan banyak kesalahan.

”Mereka Bailly dan Victor tidak bermain dengan bagus ketika di duetkan, saya melihat tidak ada dua bek yang terus berpasangan dengan pemain yang sama selalu berubah setiap pertandingan saya tidak tahu mengapa, apakah karena cedera atau kebugaran, para bek papan atas akan terus bermain meskipun dalam keadaan kebugaraan yang tidak terlalu baik.”

”Klub tersukses selalu ada Leaderman di lini belakang, United tidak memiliki hal tersebut dan Jose Mourinho benar benar frustasi akan hal itu. Para yang berposisi untuk menyerang dan mencetak gol terpaksa harus sedikit turun kebelakang untuk bertahan.”

Morata : Saya Ingin Cetak 30 Gol

Arenaliga.org – Bomber  Chelsea Alvaro Morata memiliki impian musim ini dengan bisa mencetak 30 gol demi membantu timnya bisa meraih gelar juara. Namun ia tidak terlalu optimis dengan rekor golnya karena ia hanya berharap The Blues mampu menjuarai Primer Leangue musim ini.

Musim lalu Morata gagal memenuhi ekspetasi klub maupun pelatih Antoni Conte dimana ia hanya berhasil mencetak tak sampai 10 gol di semua kompetisi hingga membuatnya tersingkir dari skuat utama pada pertengahan musim.

Kedatangan Olivier Giroud memaksa pemain International Spanyol ini harus rela duduk di bangku cadangan karena ia kalah bersaing dengan Giroud.

Dalam 48 pertandingan yang di jalaninya musim lalu ia hanya berhasil mencatatkan 15 kali membobol gawang lawan dan 6 assist.

Kepergiaan Antonio Conte dengan di gantikannya dengan Maurizio Sarri membuat Morata mulai mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Meski baru mencetak 1 gol saja ketika pertandingan melawan Arsenal ia dinilai sudah menujukan grafik peningkatan ketiak memberikan ruang kepada para pemain. Statistik tembakan ke gawang lawan saja mencapai 90 %.

”Jujur saya memiliki impian untuk mencetak 30 musim ini untuk klub, namun jika saya hanya mampu mencetak 15 ataupun 20 tak masalah yang terpenting bisa membantu klub untuk menjuarai Primer Leangue musim ini.”

Morata juga menambahkan musim lalu agak sulit baginya bermain untuk Chelsea mengingat ia tidak terlalu paham dengan taktik yang di berikan oleh manager Antonio Conte namun musim ini ia optimis dengan kemapuan Maurzio Sarri yang memberikan stabilitas dan penyerangan yang lebih mengandalkan kecepatan.

”Musim lalu kami bermain dengan bola yang terus di alirkan ke depan, dan harus ada seorang pemain yang bisa menahan bola tersebut. Itu sulit bagi saya, namun musim ini kami bermain layaknya seorang pemenang.”