Inilah Penyebab Bayi Mengalami Gejala Tantrum


Tantrum sering dianggap sebagai “kebiasaan” bagi balita ketika keinginannya tidak dituruti. Namun, bayi juga bisa mengalami tantrum. Bahkan jika itu membingungkan Anda, jangan khawatir. Tantrum pada bayi sebenarnya normal karena menandakan perkembangan mental anak. Lantas, apa penyebab tantrum pada bayi?

Penyebab Tantrum pada Bayi

Tantrum umumnya terjadi karena bayi belum mampu memahami dan mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Setidaknya bayi mengalami tantrum karena merasa:

Takut

Biasanya bayi akan terkejut jika dia ketakutan. Bayi bisa ketakutan dan “aneh” saat bertemu orang baru, mendengar suara tiba-tiba, atau melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Bayi juga mungkin takut dipisahkan dari orang tua atau pengasuhnya, misalnya ketika ibu atau ayahnya pergi bekerja.

Frustrasi

Ketika bayi mengalami sesuatu yang baru, mereka sering bingung untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan karena mereka tidak dapat berbicara dengan lancar.
Gejolak batin ini membuatnya frustrasi dan akhirnya membuat ulah.

Bagaimana mungkin? Karena si kecil ingin menyampaikan bahwa dia mungkin lapar, panas atau sakit, tetapi tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata agar orang tuanya bisa mengerti.

Kelelahan

Bayi yang tidak terbiasa dengan lingkungannya mungkin bosan “memproses” hal-hal baru. Biasanya ini karena dia merasa terlalu berisik dan terlalu banyak aktivitas dan interaksi yang dia alami. Jadi dia akan lelah dan rewel, menangis dan bahkan membuat ulah. Hal ini juga dapat menyebabkan tantrum pada bayi.

Tidak nyaman

Jangan salah. Meskipun bayi Anda mungkin belum sepenuhnya memahami perasaannya, ia dapat mengetahui kapan ia merasa tidak nyaman. Nah, hanya lewat amukan dia bisa menyampaikan “keluhan” nya ke orang tuanya.

Misalnya, bayi sering merasa tidak nyaman karena lapar, haus atau mengantuk, atau perutnya melilit karena ingin buang air besar. Ketika mereka juga merasakan sesuatu yang sangat serius, seperti sakit atau nyeri, tantrum adalah cara si kecil untuk berkomunikasi dengan orang tua atau pengasuhnya. Cara mengatasi tantrum pada bayi.

Tetap sabar dan kendalikan emosimu

Pastikan untuk tetap tenang saat bayi Anda mengamuk. Dengan cara ini Anda menghindari kemarahan yang tidak perlu. Jika emosi Anda stabil, Anda bisa mencari cara untuk mengalihkan perhatiannya agar amukan bayi cepat mereda.

Beri bayi waktu untuk tenang

Jika bayi Anda tantrum, cobalah untuk menenangkannya dengan memeluk atau memeluknya. Penelitian merekomendasikan agar orang tua memberikan waktu satu menit ketika mereka cukup besar untuk menghentikan amukan mereka sendiri. Ketika anak Anda masih bayi, Anda harus bersamanya dan memeluknya.