Tottenham Tidak Perlu Memaksakan kane Pada Final Liga Champions

Mantan pemain Tottenham hotspur yang bernama Teddy sheringham telah memberikan sebuah saran terhadap pasukan mauricio Pochettino agar dapat mengadapi Liverpool pada babak final liga Champions. Seringham telah memohon Hotspur untuk tidak memainkan Harry kane saat menit awal.

Sebagaiaman diketahui, bahwa Hotspur akan bertemu dengan liverpool pada babak final Liga Champions ini pada tanggal 2 juni 2019 yang akan datang. Hal tersebut akan menjadi sebuah duel yang bertajuk All England Final.

Sebelum pertaningan itu , Hotspur memang Sempat kahwatir dan menanti kondisi penyerang Utama yang sekaligus seorang kapten tim, tidak lain adalah Kane. Saat ini dikabarkan bahwa ia sedang mengalami cedera pada 9 april pada saat bermain di perempatan Final ketika mereka sedang melawan manchester  City.

Pada saat pertaningan ini, Sang penyerang telah mengalami cedera pada bagian Engkel. Cedera tersebut juga yang sudah menghalanginnya untuk dapat bermain sampai akhir musim di Premier League ini.

kemajuan dari Harry Kane saat berada dilapangan patut dikuti pada euforia kemenangan saat melawan Ajax amsterdam pada semifinal.tetapi sang kapten inggris ini megatakan bahwa ketika itu ia hanya dapat berlari lurus saja.

Dikarenakan sedang melakukan progres pemulihan cedera yang dialaminya akan berjalan dengan baik dan saran yang mengatakan bahwa Harry Kane dapat bermain bersama pada babak final Liga Champions. Tetapi seringham telah memohon Hotspur tidak memainkannya untuk menjadi seorang Starter.

 

Pengalaman di Eropa Jadi Modal Liverpool Hadapi Barca

Gelandang Liverpool, James Milner mengungkapkan bahwa pengalaman bermain di Liga Champions merupakan modal bagi tim nya untuk menghadapi Barcelona. Ketika Jurgen Klopp datang ke Liverpool, The Reds mengalami peningkatan pemainnya.

Sejauh ini Klop sudha mengantar Liverpool sampai lolos ke Final Liga Europa, final Liga Champions dan terakhir final Piala Liga. namun dalam 3 final tersebut mereka masih belum sama sekali mendapatkan Piala apa pun bersama Kloop .

Pada musim lalu sebelum Liverpool lolos ke Final Liga Champions, mereka sebelum nya sudah menumbangkan tim elite seperti Manchester City yang di asuh oleh Pep, dan di musim ini mereka juga bisa menumbangkan klub raksasa seperti PSG dan Bayern Munchen.

Jadi tidak di pungkiri lagi bahwa dalam menghadapi Barcelona nantiny itu bukan suatu hal yang di bilang mudah pasalnya di setiap tahun nya mereka selalu masuk dalam Kadidat juara Liga Champions. namun James Milner menegaskan bahwa ia sam kolega nya tidak akan gentar dengan duel Barcelona.

Kami sangat yakin bahwa dalam beberapa tahun ini kami bermain banyak bermain di kaca Eropa sehinnga kami akan membawa pengalaman kami untuk menghadapi Barcelona ” Buka James Milner ”

Di sisi lain bek Tangguh Virgil Van Dijk masih belum sempat berpikir gimana cara nya untuk menghentikan pemain Nomor 10, Lionel Messi. namun ia mengatakan kepada semua orang bahwa itu akan menjadi pertandingan yang hebat untuk kami maupun dirinya.

Gagal di Liga Champions, MU Alihkan Fokus ke EPL

Bos Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer meminta Skuatnya tersebut jangan bersedih dalam kekalahan ketika melawan Barcelona di Camp Now. pasalnya Kini Manchester United tersebut harus melakukan tugas yang berat di EPL agar bisa masuk ke Zona liga Champions.

Kini ketika melawan Barcelona, Perjalanan Manchester United di kaca Liga Champions sudah berakhir. pasalnya mereka mengalami kekalahan yang telak dengan skor agregat 4-0 di Camp Now.

Walaupun mengalami kekalahan, kini United cuman bisa mengalami salah satu jalan terbaiknya dengan cara finis ke 4 klasemen liga Primer agar bisa bermain lagi di liga champions pada musim depan. kali ini Manchester United akan habis habis untuk memperebut posisi tersebut.

Solskjaer juga menegaskan bahwa Skuat nya harus bangkit dari kekalahan agar bisa bermain dengan kemenangan dan mendapat 1 tempat di zona Liga Champions ” Mereka memang merasa kecewa namun tidak ada gunanya lagi untuk di sesalkan yang sudah terjadi” buka Solskjaer ”

Solskjaer juga mengakuinya bahwa tim nya tersebut memiliki perluang yang besar agar bisa lolos ke Semi Final, namun yang terjadi di lapangan sangatlah tidak sesuai dengan realita. sehingga tim nya kurang tampil dengan masksimal.

Dengan begitu Solskjaer meminta Anak Asuh nya langsung fokus ke Primer League karena di pekan yang akan datang United harus melawan Partai yang sangat keras. ” jadi kita harus konsentrasi untuk hal itu demi mendapatkan 1 tempat di Zona Liga Champions” tutup Solskjaer .

MU vs Barcelona, Setan Merah Rawan Dibantai Tim Tamu

Ada sebuah khawatiran yang di miliki oleh Dimitar Berbatov kepada mantan klub nya tersebut, Manchester United. Berbatov menilai bahwa Kini Mu akan di pemalukan oleh tim Tamu nya yakni Barcelona pada pekan depan nantina.

Di pekan depan Manchester United akan akan tampil lagi di Liga Champions setelah lolos dari Babak ke 16, dan kini mereka akan menjamu tim kuat Barcelona di babak ke I dalam perempat final di Old Trafford. kini MU bener bener di dalam situasi yang membahayakan.

Dalam laga yang emosional itu, malah United masih dalam keadaan keterpurukan, pasalnya di dalam belakangan ini Manchester United selalu kalah di semua kompetisi yang mereka ikuti. saya sangat Khawatir bahwa Mu sangat rawan di malukan oleh tim tamu, apa lagi belakangan ini Mu main nya kurang ok” buka Berbatov di SportSky”

Dengan raihan yang di dapatkan oleh Manchester United ini merupakan kesalahan skuatnya, sehingga nantinya ketika pas melawan Barcelona itu akan mempermudah mereka untuk meriah kemenangan nya tersendiri.

Nantinya ketika mereka selalu melakukan kesalahan sendiri dan berkelanjutan sampai laga perempat final, maka semua publik Old Trafford harus mengakui kenyataan nya bahwa mereka memang layak di kalahkan.

Berbatov juga menyarankan bahwa Ole Gunnar Solskjaer harus mengambil langka yang tepat untuk menghadapi Barcelona jika seandainya ingin mendapatkan poin di kadang maupun menjadi modal nantinya ketika bertandang di Camp Now Markas Barcelona tersebut

Ronaldo Terancam Absen Lawan Ajax Amsterdam

Juventus terancam tidak dapat memainkan mega bintang mereka yakni Cristiano Ronaldo dalam laga menghadapi Ajax Amsterdam di babak perempatfinal Liga Champions musim ini karena terancam mendapatkan sanksi larangan bermain dari pihak UEFA.

Ancaman sanksi ini muncul setelah pihak UEFA menyelidiki adanya aksi provokasi berlebihan yang dilakukan oleh Ronaldo terhadap para pendukung dari Atletico Madrid.

Ronaldo memang menjadi bintang kemenangan timnya atas Los Rojiblancos kala menjalani laga leg kedua di Allianz Stadium. Topskor sepanjang masa Liga Champions itu mencetak hattrick guna mengantarkan timnya lolos ke babak perempatfinal dengan keunggulan agregat 3-2 atas Atletico Madrid.

Akan tetapi, usai pertandingan berakhir Ronaldo terlihat berjalan ke arah tribun fans dari Atletico Madrid dan melakukan selebrasi tidak senonoh cojones. Selebrasi ini menunjuk pada bagian alat vital seperti apa yang dilakukan oleh pelatih Atletico yakni Diego Simeone kala timnya berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-0 di Wanda Metropolitano dalam laga leg pertama. Selain itu, para pendukung Atletico juga terus memberikan cibiran yang ditujukan kepada Ronaldo kala kedua tim bentrok di laga leg pertama yang berlangsung di Spanyol.

Usai selebrasi tersebut, media Italia mengklaim bahwa UEFA akan menjatuhkan sanksi larangan bermain bagi Ronaldo bila pemain asal Portugal itu memang terbukti bersalah atas provokasi yang ia lakukan terhadap fans Atletico.

Pihak UEFA juga telah menjatuhkan sanksi kepada Simeone berupa denda sebesar 17 ribu Pounds atas selebrasi cojones yang ia lakukan dalam laga leg pertama lalu.

Madrid Tersingkarkan, Nama Zidane dan Ronaldo Kembali Disebut

Real Madrid telah tersingkirkan dari ajang Liga Champions kali ini setelah dibekuk Ajax Amsterdam 1-4 pada putaran kedua 16 besar, Rabu (6/3) dinihari. Gelar juara bertahan ini harus tersingkir dengan agregat 3-5.

Kegagalan tersebut mencatat seberapa buruk perjalanan Madrid di musim ini, El Real tampil tidak seperti biasanya diawal musim dan berbagai kompetisi tidak mereka perjuangkan.

Madrid juga harus tersingkir dari Laga pertandingan Copa Del Rey bahkan Liga Champions musim ini mereka gagal memperjuangkan juara bertahan yang mereka miliki. Harapan untuk menjuarai La Liga juga begitu tipis yang tertinggal 12 poin dari Barca.

Real Madrid harus menerima kegagalan pahit mereka dimusim ini tanpa adanya Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Iker Casillas juga memberikan alasan mengenai kondisi terburuk Madrid pada musim ini dimulai dari kepergian Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Menurutnya bahwa Zidane cukup cerdas untuk meninggalkan El Real ketika Ronaldo memastikan akan pergi dari Santiago Bernabeu dan kesalahan terbesar Madrid adalah membeli pemain penganti yang tidak sehebat dengan Cristiano Ronaldo.

“Kehilangan kedua orang terpenting itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang telah dilakukan Real Madrid, siapa pun yang melatih El Real harus bersedia menerima tugas yang sangat sulit,” ucap Casillas.

“Real Madrid tanpa Ronaldo itu ibarat kehilangan mesin pencetak gol” lanjut mantan penjaga gawang Madrid itu.