Ronaldo Terancam Absen Lawan Ajax Amsterdam

Juventus terancam tidak dapat memainkan mega bintang mereka yakni Cristiano Ronaldo dalam laga menghadapi Ajax Amsterdam di babak perempatfinal Liga Champions musim ini karena terancam mendapatkan sanksi larangan bermain dari pihak UEFA.

Ancaman sanksi ini muncul setelah pihak UEFA menyelidiki adanya aksi provokasi berlebihan yang dilakukan oleh Ronaldo terhadap para pendukung dari Atletico Madrid.

Ronaldo memang menjadi bintang kemenangan timnya atas Los Rojiblancos kala menjalani laga leg kedua di Allianz Stadium. Topskor sepanjang masa Liga Champions itu mencetak hattrick guna mengantarkan timnya lolos ke babak perempatfinal dengan keunggulan agregat 3-2 atas Atletico Madrid.

Akan tetapi, usai pertandingan berakhir Ronaldo terlihat berjalan ke arah tribun fans dari Atletico Madrid dan melakukan selebrasi tidak senonoh cojones. Selebrasi ini menunjuk pada bagian alat vital seperti apa yang dilakukan oleh pelatih Atletico yakni Diego Simeone kala timnya berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-0 di Wanda Metropolitano dalam laga leg pertama. Selain itu, para pendukung Atletico juga terus memberikan cibiran yang ditujukan kepada Ronaldo kala kedua tim bentrok di laga leg pertama yang berlangsung di Spanyol.

Usai selebrasi tersebut, media Italia mengklaim bahwa UEFA akan menjatuhkan sanksi larangan bermain bagi Ronaldo bila pemain asal Portugal itu memang terbukti bersalah atas provokasi yang ia lakukan terhadap fans Atletico.

Pihak UEFA juga telah menjatuhkan sanksi kepada Simeone berupa denda sebesar 17 ribu Pounds atas selebrasi cojones yang ia lakukan dalam laga leg pertama lalu.

Madrid Tersingkarkan, Nama Zidane dan Ronaldo Kembali Disebut

Real Madrid telah tersingkirkan dari ajang Liga Champions kali ini setelah dibekuk Ajax Amsterdam 1-4 pada putaran kedua 16 besar, Rabu (6/3) dinihari. Gelar juara bertahan ini harus tersingkir dengan agregat 3-5.

Kegagalan tersebut mencatat seberapa buruk perjalanan Madrid di musim ini, El Real tampil tidak seperti biasanya diawal musim dan berbagai kompetisi tidak mereka perjuangkan.

Madrid juga harus tersingkir dari Laga pertandingan Copa Del Rey bahkan Liga Champions musim ini mereka gagal memperjuangkan juara bertahan yang mereka miliki. Harapan untuk menjuarai La Liga juga begitu tipis yang tertinggal 12 poin dari Barca.

Real Madrid harus menerima kegagalan pahit mereka dimusim ini tanpa adanya Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Iker Casillas juga memberikan alasan mengenai kondisi terburuk Madrid pada musim ini dimulai dari kepergian Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Menurutnya bahwa Zidane cukup cerdas untuk meninggalkan El Real ketika Ronaldo memastikan akan pergi dari Santiago Bernabeu dan kesalahan terbesar Madrid adalah membeli pemain penganti yang tidak sehebat dengan Cristiano Ronaldo.

“Kehilangan kedua orang terpenting itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang telah dilakukan Real Madrid, siapa pun yang melatih El Real harus bersedia menerima tugas yang sangat sulit,” ucap Casillas.

“Real Madrid tanpa Ronaldo itu ibarat kehilangan mesin pencetak gol” lanjut mantan penjaga gawang Madrid itu.