Pelatih Spurs Komentari Aturan Baru Gol Tandang

Nasib sial diakui oleh Mauricio Pochettino tengah menerpa timnya karena harus tersingkir dalam babak semifinal Piala Liga Inggris dari Chelsea akibat aturan baru gol tandang musim ini.

Spurs yang memiliki keunggulan 1-0 di leg pertama lalu harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor 2-1 di leg kedua yang berlangsung di Stamford Bridge.

Agregat 2-2 itu memaksa kedua tim harus menentukan pemenang dalam drama adu penalti tanpa adanya babak perpanjangan waktu. Di babak tos-tosan ini, The Blues keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Spurs memang tidak beruntung kali ini. Pasalnya, jika situasi ini terjadi di musim 1980 – 2018 silam, maka The Lilywhites yang layak untuk lolos ke babak selanjutnya karena unggu agresivitas gol tandang. Musim ini Piala Liga Inggris tidak lagi menerapkan sistem tersebut dan Pochettino harus kecewa karena timnya tersingkir.

“Jika hal ini terjadi di kompetisi lain di Eropa dengan tim Anda mencetak gol tandang dalam agregat 2-2 selama 180 menit, maka Anda akan dipastikan lolos. Musim ini mereka mengubah aturan tersebut dan kami harus tersingkir karena aturan yang baru. Saya kira kami sedikit sial mengenai hal ini,” ucap Pochettino.

“Saya kecewa karena harus tersingkir seperti ini. Kami telah bermain secara berani di pertandingan ini. Usai tertinggal 2-0, kami tampil sangat baik di babak kedua dan saya kira itu salah satu performa terbaik dari kami musim ini,” tambahnya.

“Namun saya tetap merasa bangga dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pemain. Kami memiliki pemain dan skuat yang hebat. Kami tidak boleh menjadikan kekalahan ini sebagai alasan. Hasil ini harus membuat kami semakin kuat karena musim ini kami masih harus bermain di tiga kompetisi yang berbeda,” tutupnya.

Selain harus tersingkir, Spurs juga harus mendapatkan kabar buruk mengenai cedera yang dialami oleh Moussa Sissoko dan Ben Davies di pertandingan melawan Chelsea. Kedua pemain ini harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera. Kondisi ini semakin memusingkan Pochettino karena sebelumnya mereka sudah harus kehilangan tiga pemain kunci mereka yakni Harry Kane, Son Heung-min, dan Dele Alli.