Jordi Alba Terkejut Mendengar Zidane Kembali ke Real Madrid

zinedine zidane
zinedine zidane

Bek Barcelona yang bernama Jordi Alba sangat kaget melihat keputusan Zinedine Zidane untuk kembali menjadi pelatih di Los Blancos. Menurut Jordi Alba, langkah yang telah diambil oleh Zidane ini merupakan fenomena Langkah yang tidak Normal.

Zidane mimilih untuk hengkang dair Real Madrid pada akhir musim yang lalu. Ia telah mengundurkan diri tidak lama setelah ia membawa Real madrid untuk memenangi Trofi di ajang liga champions.

Tetapi belum genap semuism, Zinedine Zidane akhirnya balik Ke Los Blancos. Ia kembali untuk menggantikan Santiago Solari yang sebelumnya telah dipilih untuk menggantikan julen Lopetegui.

Zidane telah di angkat menjadi Entrenador Los Blancos. Bek Timnas Spanyol ini telah mengaku bahwa ia sangat terkejut dengan Pemilihan Kembali pelatih yang berasal dari Prancis itu.

“Los blancos telah menjadi tim Favorite secara teori,” Tandas Jordi Alba yang dikutip dari Goal Internasional, setelah ia menjalani laga saat melawan Lyon di UCL.

“Tetapi ajax lebih bagus pada 2 pertaningan dan sangat pantas untuk mengalahkan mereka,”tandasnya lagi.
“Aku sangat terkejut dengan kembalinya pelatih Zidane ke Los Blancos. Tidak normal untuk seorang pelatih untuk kembali sesudah 9 bulan,”Tandas alba.

Sebelumnya Zidane telah membeberkan sedikit alsan ia mau kembali ke Los blancos. Ia telah mengaku mau menerima pinangan dari Florentina Perez karena ia mencintai Klub Tersebut.

Alba Sebut Madrid Membuat Keputusan Aneh Kembali Rekrut Zidane

Fullback Barcelona, Jordi Alba menyebut bahwa rival bebuyutan timnya yakni Real Madrid telah mengambil keputusan tidak normal dengan kembali menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih usai sang pelatih mengundurkan diri kurang dari semusim lamanya.

Los Blancos memang baru saja meresmikan Zidane sebagai pelatih baru mereka untuk menggantikan Santiago Solari. Hal ini tentu mengejutkan mengingat pelatih asal Prancis itu baru saja memutuskan meninggalkan Santiago Bernabeu di akhir musim lalu usai mengantar timnya meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.

Pergantian pelatih Madrid ini menyusul krisis hasil yang dicatatkan oleh Sergio Ramos cs di semua ajang kompetisi musim ini. Selain tersingkir secara memalukan oleh Ajax Amsterdam di ajang Liga Champions, Madrid juga dipastikan gagal meraih gelar Copa del Rey musim ini setelah disingkirkan oleh Barcelona. Nasib baik juga tidak menaungi mereka di ajang La Liga karena saat ini posisi Madrid semakin tertinggal jauh dari pemuncak klasemen sementara yakni Blaugrana.

“Madrid menjadi salah satu favorit namun mereka telah tersingkir. Akan tetapi, saya kira Ajax memang pantas untuk melaju ke babak berikutnya karena mereka tampil lebih baik dalam dua laga melawan Madrid,” ujar Alba usai membantu timnya meraih kemenangan 5-1 atas Lyon.

“Saya terkejut ketika mengetahui Zidane akan kembali melatih Madrid. Saya kira bukan hal yang normal ketika ada seorang pelatih kembali ke klub yang sama setelah memutuskan pergi selama sembilan bulan,” tambahnya.

Sebelumnya Zidane memang sempat melatih Madrid selama dua setengah musim dengan menghadirkan tiga gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga. Meski dalam periode kepemimpinan Zidane Barcelona mampu meraih dua gelar La Liga, namun Alba menilai timnya kurang diapresiasi oleh pubilik Spanyol.

“Apa yang telah kami raih sepertinya kurang dihargai di beberapa tempat di Spanyol. Namun ketika kami menjalani musim yang buruk, maka semua tempat akan menyerang kami. Kami tidak mendapatkan apresiasi yang pantas. Bukan hanya di musim ini, namun juga di musim-musim sebelumnya,” tutup bek asal Spanyol tersebut.

Madrid Tersingkarkan, Nama Zidane dan Ronaldo Kembali Disebut

Real Madrid telah tersingkirkan dari ajang Liga Champions kali ini setelah dibekuk Ajax Amsterdam 1-4 pada putaran kedua 16 besar, Rabu (6/3) dinihari. Gelar juara bertahan ini harus tersingkir dengan agregat 3-5.

Kegagalan tersebut mencatat seberapa buruk perjalanan Madrid di musim ini, El Real tampil tidak seperti biasanya diawal musim dan berbagai kompetisi tidak mereka perjuangkan.

Madrid juga harus tersingkir dari Laga pertandingan Copa Del Rey bahkan Liga Champions musim ini mereka gagal memperjuangkan juara bertahan yang mereka miliki. Harapan untuk menjuarai La Liga juga begitu tipis yang tertinggal 12 poin dari Barca.

Real Madrid harus menerima kegagalan pahit mereka dimusim ini tanpa adanya Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Iker Casillas juga memberikan alasan mengenai kondisi terburuk Madrid pada musim ini dimulai dari kepergian Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Menurutnya bahwa Zidane cukup cerdas untuk meninggalkan El Real ketika Ronaldo memastikan akan pergi dari Santiago Bernabeu dan kesalahan terbesar Madrid adalah membeli pemain penganti yang tidak sehebat dengan Cristiano Ronaldo.

“Kehilangan kedua orang terpenting itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang telah dilakukan Real Madrid, siapa pun yang melatih El Real harus bersedia menerima tugas yang sangat sulit,” ucap Casillas.

“Real Madrid tanpa Ronaldo itu ibarat kehilangan mesin pencetak gol” lanjut mantan penjaga gawang Madrid itu.

Dani Carvajal Jadi Panutan Bek Real Madrid.


Bek kanan Borussia Dortmund Achrat Hakimi mengatakan kalau bek Real Madrid Dani Carvajal akan menjadi sosok panutan untuk membuat kariernya semakin baik lagi, Achraf Hakimi merupakan bek Real Madrid untuk saat ini yang sedang dipinjam oleh club Borussia Dortmund.

Achraf Hakimi mengatakan kalau perjalanan kariernya sebagai bek kanan masih memerlukan banyak panutan dari pemain yang lebih senior dari itu ia terus melihat perkembangan dari beberapa tim ternama dunia dengan pemain yang berkelas nya, dan saat ini Achraf Hakimi menemukan orang yang tepat untuk jadi panutannya.

Dani Caevajal merupakan bek Real Madrid yang saat ini menjadi pemain bek terbaik nya, Real Madrid juga merupakan salah satu club spanyol terbaik hal tersebut membuat Achraf Hakimi melihat sebuah peluang yang baik untuk mengambil strategi yang ada dalam Dani Carvajal.

Bagi saya Dani Carvajal merupakan penuntan yang bisa dilihat dengan jelas apa yang dilakukan seorang pemain bek untuk selalu membuat tim nya menjadi terus berkarier dengan hebat “ujar Achraf”

Dani Carvajal sudah perna bergabung dengan club sepak bola Jerman dan melakukan tugas nya dengan sangat baik dan profesional sehingga dia masih bisa kembali ke Real Madrid dan menjadi pemain yang reguler, mungkin hal tersebut membuat Achraf menjadi berkeinginan menerus karier Dani yang baik.

Jarang Bermain, Isco Masih Menjadi Kepercayaan Luis Enrique

Isco, gelandang asal Real Madrid, memang sangat jarang mendapatkan kesempatan untuk bisa tampil dan bermain ditim utama pada musim ini. Walaupun demikian, pelatih timnas asal Spanyol, Luis Enrique, menyatakan bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan terhadap kemampuan yang dimiliki Isco.

Pemain yang kini berusia 26 tahun tersebut memang tidak selalu menjadi pemain utama di Real Madrid sejak Santiago Solari memegang ahli kursi kepelatihan. Dirinya kalah saing dengan pemain lainnya seperti Tono Kroos, Marco Asensio dan Luka Modric yang memang lebih sering mendapatkan kesempatan untuk bermain.

Isco, gelandang asal Real Madrid, memang sangat jarang mendapatkan kesempatan untuk bisa tampil dan bermain ditim utama pada musim ini

 

Dengan demikian, Isco baru saja bermain sebanyak 18 laga bersama El Real dengan total waktu 961 menit. Walaupun demikian, Isco yang juga mantan pemain dari Malaga ini sudah berhasil mencetak 4 goal dan 2 assits dari laga yang sudah dijalaninya.

Dengan lebih banyak duduk dikursi cadangan, Isco masih mendapatkan kepercayaan untuk bisa tampil bersama timnas asal Spanyol karena mengingat kontribusi dari si pemain masih sangat dibutuhkan La Furia Roja.

Enrique mengatakan, “Saya sangat suka dengan Isco. Dalam Piala Dunia, dirinya berada pada level yang sangat tinggi dan tidak ada pernah terjadi perdebatan mengenai kualitas dari dirinya”.

Isco sudah memasuki musim keenam di Real Madrid. Dia sudah bermain dan tampil dalam 258 laga dan berhasil mencetak gol sebanyak 45 gol. Isco juga mengambil alih peran membantu Real Madrid memperoleh 13 gelar juara, termasuk salah satunya adalah empat trofi penghargaan dari ajang Liga Champions.