Mengetahui Beberapa Manfaat Kesehatan Rhodiola Rosea


Rhodiola (Rhodiola rosea) merupakan tanaman yang tumbuh di daerah pegunungan dingin di Eropa dan Asia. Dijuluki akar emas, akar herbal ini dianggap adaptogen. Rhodiola dianggap sebagai ramuan yang kaya akan manfaat, bahan utamanya adalah rosavin dan salidroside. Tak heran, rhodiola kini banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Cari tahu apa manfaat rhodiola.

Beberapa Manfaat Kesehatan Rhodiola rosea

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari Rhodiola rosea:

Meredakan Stres

Rhodiola telah lama dikenal sebagai tanaman adaptogenik. Ini berarti rhodiola mengandung senyawa yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres atau membantu tubuh menjadi “lebih kuat” dalam menghadapi stres.

Dapat Mengurangi Gejala Depresi

Rhodiola rosea tidak hanya meredakan stres tetapi juga dikatakan memiliki efek antidepresan dengan menyeimbangkan neurotransmiter di otak. Ketidakseimbangan dalam koneksi otak diyakini mempengaruhi risiko seseorang terkena depresi.

Sebuah penelitian dilakukan membandingkan efek Rhodiola rosea dengan sertraline antidepresan. Dalam penelitian ini, ekstrak Rhodiola rosea dan sertraline dilaporkan memiliki efek yang sama dalam mengurangi gejala depresi setelah 12 minggu penggunaan.

Namun, para ahli dalam penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa efek rhodiola sebenarnya lebih rendah daripada sertraline. Menariknya, bagaimanapun, Rhodiola rosea dikatakan memiliki lebih sedikit efek samping.

Menghilangkan Kelelahan

Sifat adaptogenik di Rhodiola rosea dikatakan mengurangi kelelahan. Kelelahan sendiri memiliki banyak faktor, seperti stres, kecemasan dan kurang tidur.

Menurut sebuah studi tahun 2017, mengonsumsi 400 mg rhodiola per hari selama delapan minggu dapat menghilangkan rasa lelah dan stres serta membantu meningkatkan mood, konsentrasi, dan kualitas hidup.

Tingkatkan Performa Fisik

Tidak hanya untuk kesehatan mental, Rhodiola rosea juga memiliki efek positif pada kinerja fisik. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, rhodiola telah dilaporkan meningkatkan kinerja olahraga dengan mengurangi pengerahan tenaga yang dirasakan, yaitu bagaimana seseorang merasakan seberapa keras tubuh mereka bekerja selama berolahraga. Meski menarik untuk digunakan dalam latihan, Rhodiola rosea biasanya tidak berpengaruh pada kekuatan otot (strength).

Mendukung Kinerja Otak

Konsumsi suplemen Rhodiola rosea dikaitkan dengan peningkatan kinerja dan fungsi otak. Dalam penelitian yang telah dilakukan, rhodiola membantu mengurangi kelelahan mental dan meningkatkan kinerja penyelesaian pekerjaan.

Berpotensi Mengendalikan Diabetes

Manfaat potensial lain yang menarik dari rhodiola adalah pengendalian diabetes. Dalam sebuah penelitian pada hewan, Rhodiola rosea memiliki potensi untuk menurunkan gula darah dengan mempromosikan pergerakan glukosa ke dalam sel.

Dapat Melawan Kanker

Rhodiola rosea mengandung senyawa yang disebut salidroside. Salidroside mulai diteliti oleh para ahli dan dipercaya memiliki sifat anti kanker.

Dalam beberapa penelitian tabung reaksi, salidroside telah dilaporkan menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar, payudara, hati dan kandung kemih. Meskipun menarik, penelitian pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan di atas.

Jenis Tanaman Herbal Untuk Mengurangi Sakit Leher

Obat herbal sudah sejak lama digunakan sebagai salah satu jenis pengobatan tradisional yang diyakini dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti nyeri di bagian leher. Umumnya obat herbal dapat dikonsumsi dengan beragam bentuk mulai dari pil, teh maupun dihirup sebagai aromaterapi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua orang akan memperoleh hasil yang sama dari pengobatan herbal tersebut.

Sakit leher bisa disebabkan oleh adanya berbagai hal seperti cedera, gejala serangan jantung ataupun otot tegang, dengan memanfaatkan tanaman herbal bisa menjadi salah satu solusi yang dapat anda lakukan. Berikut beberapa jenis obat herbal yang mungkin bisa membantu meredakan leher yang sakit, seperti

• Minyak Menthol

Dilansir dari Harvard Health Publishing mengungkapkan bahwa menthol mengandung sensasi dingin yang mana sensasi tersebut dapat menciptakan rasa nyaman yang bisa mengalihkan rasa sakit yang dialami. Biasanya, jenis obat herbal yang memiliki kandungan berupa menthol akan dikombinasikan bersamaan dengan kamper karena memiliki efek yang mirip. Meskipun menghasilkan sensasi dingin yang sangat menyenangkan, menthol tersebut tidak dapat mengubah suhu kulit. Untuk sensasi dingin tersebut diperoleh dari menthol yang memberikan rangsangan terhadap reseptor kulit sehingga sensasi dingin pun akan muncul.

Rasa sakit leher yang dialami mungkin akan redah sesaat setelah penggunaan menthol tersebut. Akan tetapi, ini bukan berarti obat herbal tersebut dapat menghilangkan penyebab dari gangguan ini.

• Ekstrak Cakar Setan

Jenis tanaman yang disebut dengan cakar setan ternyata mengandung kebaikan untuk meredakan rasa sakit yang terjadi pada leher. Hal tersebut mungkin bisa terjadi karena kandungan berupa senyawa anti-peradangan yang diperoleh dari cakar setan dengan berperan sebagai penghilang rasa nyeri.

Umumnya, cakar setan dapat diperoleh dari berbagai bentuk, seperti teh, kapsul, bubuk akar dan juga larutan. Meskipun begitu, sampai saat ini masih belum ada penelitian lebih lanjut mengenai cara kerja cakar setan dalam meredakan rasa nyeri terhadap leher seseorang. Obat ini mungkin dapat membantu meredakan rasa sakit yang dialami, Namun, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter saat nyeri tersebut semakin parah serta tidak kunjung sembuh.

• Lavender

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam The Journal of Alternative and Complementary Medicine, mengungkapkan bahwa minyak esensial yang satu ini dapat membantu meredakan nyeri leher. Dalam penelitian tersebut, lavender diolah menjadi minyak esensial serta dioleskan di bagian leher pasien.

Hasilnya, para pasien tersebut memberikan informasi bahwa nyeri leher dapat berkurang setelah penggunaan minyak esensial lavender yang dilakukan bersamaan dengan terapi pijat. Ini mungkin dapat terjadi karena kandungan senyawa anti peradangan yang bisa meredakan rasa sakit yang muncul.

Empon-Empon Indonesia Terbukti Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh menjadi salah satu hal yang banyak di perbincangkan oleh masyarakat dunia saat ini. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa saat ini dunia sedang berperang melawan wabah virus corona yang telah memakan banyak jiwa. Wabah virus ini sangat mudah sekali menyebar dan menular dari satu individu ke individu lainnya sehingga daya tahan tubuh kita menjadi salah satu senjata yang paling berperan dalam melawan virus tersebut.

Virus corona tersebut hingga saat ini masih belum ditemukan obat dan cara penanganannya secara pasti namun banyak sekali lembaga kesehatan di dunia yang menyarankan agar masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh mereka agar tidak mudah terserang virus tersebut. Selain istirahat yang cukup maka hal yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang bergizi serta suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh kita.

Para peneliti kesehatan di Indonesia tentunya melakukan tindakan cepat dengan meneliti berbagai obat-obatan herbal yang ada di Indonesia. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa banyak sekali rempah-rempah atau yang dikenal dengan istilah Empon-Empon di Indonesia yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Pernyataan tersebut lantas di pertegas kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman akan fungsi dari rempah-rempah tersebut.

Rempah-rempah tersebut bukan merupakan vaksin dari virus corona namun bertindak untuk meningkatkan data tahan tubuh untuk mencegah tubuh kita mudah terserang penyakit. Pemahaman ini tentunya penting agar masyarakat tidak menjadi panik sehingga membeli semua rempah-rempah yang ada sebab hal tersebut hanya akan membuat kelangkaan di Indonesia yang dapat berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat.

Sementara itu salah satu rempah-rempah yang sudah berhasil menjadi obat-obatan di dunia kesehatan adalah saripati dari sambiloto yang dapat mengobati penyakit malaria. Secara umum memang terdapat beberapa kesamaan diantara virus malaria dan juga virus corona namun pemamfaatan obat malaria tersebut belum menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menyembuhkan korban virus corona. Masyarakat lebih dianjurkan untuk mengonsumsi minuman herbal yang berasal dari sari temulawak yang dikenal sengan curcumin. Curcumin mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus influenza dan bakteri jahat lainnya.