Liverpool Tempel Ketat Manchester City di Puncak Klasemen

Usai Manchester City melebarkan jarak poin menjadi empat dengan kemenangan 3-1 atas Watford dalam lanjutan pertandingan Premier League Minggu dini hari WIB, kali ini Liverpool yang kembali memangkas jarak menjadi hanya satu angka menyusul kemenangan yang mereka raih atas Burnley di pertandingan Minggu malam WIB.

Tiga angka yang diraih The Reds atas Burnley di Anfield Stadium tentu menjadi poin yang sangat krusial dalam menjaga kans mereka merebut gelar juara Liga Inggris musim ini.

Tampil di hadapan pendukung mereka sendiri, Liverpool justru dikejutkan oleh gol cepat Burnley di menit keenam melalui Ashley Westwood. Tak ingin malu dan semakin tertinggal dari City, The Reds lantas membalas di menit ke-19 setelah Roberto Firmino berhasil mengoyak jala gawang Burnley.

Selang sepuluh menit dari gol Firmino, tuan rumah berbalik unggul melalaui gol yang dicetak oleh Sadio Mane. Skor 2-1 ini menutup jalannya pertandingan babak pertama.

Memasuki babak kedua Liverpool tetap memegang kendali permainan dengan terus menekan lini belakang Burnley. Usaha dari tim besutan Jurgen Klopp itu kembali membuahkan hasil di menit ke-67 setelah Firmino mencetak gol kedua dirinya di pertandingan ini untuk membawa Liverpool memimpin 3-1.

Setelah itu kedua tim saling jual beli serangan. Seakan belum mau menyerah, Burnley lantas mampu memperkecil skor di menit ke-91 melalui pemain pengganti Johann Gudmundsson. Akan tetapi, asa Burnley untuk setidaknya bisa meraih satu angka akhirnya sirna setelah Mane menorehkan gol kedua dirinya sekaligus mengunci kemenangan 4-1 untuk Liverpool di pertandingan kali ini.

Striker Manchester United Mendukung Solskjaer Menjadai Manajer Tetap

Kecemerlangan yang dimiliki oleh Ole Gunnar Solskjaer bersama Tim Mancheste United membuat Romelu Lukaku sangat gembira. Bahkan Striker yang berasal dari Belgia ini juga ikut mendukung agar Ole Gunnar Solskjaer Menjadi Manajer Tetap pada musim depan.

Pria yang berasal dari Norwegia ini mulai duduk di kursi maanajer Setan merah sejak bulan desember 2018 yang lalu. Ia menggantikan Peran dari Jose Mourinho yang telah dinilai gagal dan tidak mampu memegang kendali dalam ruang ganti di Manchester United.

Dibawah arahan dari Ole Gunnar Solskjaer, Skuat dari The reds Devils ini mampu tampil sangat impresif. Pemain Paul Pogba dan Kolega telag bersaing pada posisi ke empat di Klasemen yang sementara di Premier League, dan juga mereka sudah lolos di Perempatan final pada liga Champions tahun 2018-2019.

Tetapi sampai saat ini, Manajer yang berumur 46 tahun ini hanya berstatus menjadi seorang Caretaker. Setan merah pun masih belum membahas terkait tentang kontrak yang permanen untuk Ole Gunnar Solskjaer.

“Aku tahu ole gunnar Solskjaer akan bertahan disini, Aku tidak akan meragukanhal itu. Ia juga sangat ingin bertahan di MU, Para pemain juga ingin ia bertahan. selama ini kami bermain sangat bagus, seperti yang memang seharusnya dilakukan oleh Setan merah,’Tandas Romelu Lukaku.

“Ole Gunnar solskjaer termasuk pelatih muda, ia juga memiliki pemain yang muda sehingga aku berpikir ini termasuk lingkungan yang sempurna untuk dikembangkan lagi. Mudah-mudahan Setan merah dapat meraih sebuah piala pada masa depan,”Tandas Pemain yang berumur 25 tahun ini.

 

 

 

Ternyata gaji Solksjaer kini hanya separuh dari gaji Mourinho

Manchester United mendapatkan paket hemat saat ini, dengan memperkerjakan Ole Gunnar Solksjaer sebagai manajer permanen. Dirinya hanya mematok gaji yang tergolong murah bagi sang Setan Merah itu.

Sebelumnya Manchester United sendiri pernah dikaitkan dengan nama Mauricio Pochettino sebagai kandidat manajer tetap.

Peluang Solksjaer untuk menjadi manajer tetap di United saat ini terbilang sangat besar, terlebih lagi dengan rentetan hasil-hasil positif yang ia berikan, contohnya adalah kelolosan United ke babak perempat final Liga Champions.

Ole Gunnar Solksjaer

Kedua pihak antara manajemen United dan Ole Gunnar Solksjaer ternyata sudah menggelar pembicaraan terkait dengan isu seputar kontrak permanen bagi manajer sementara tersebut. Dirumorkan bahwa Ole akan menjadi manajer tetap saat musim depan datang. Bahkan dikatakan juga bahwa kedua orang ini sudah mencapai kesepakatan, salah satu yang terkait mengenai kesepakatan itu adalah perihal gaji.

Solksjaer disebut menetapkan gaji sebesar 7,5 juta pounds setiap musim. Jumlah tersebut dapat dikatakan murah untuk The Red Devils. pasalnya sang mantan manajer, Jose Mourinho, sebesar 15 juta pounds

Namun dibandingkan dengan Mauricio Pochettino, Solksjaer adalah kandidat terbaik dengan bukti permainan dan gaji yang menguntungkan, sebab jika Manchester United masih kukuh berpendirian untuk memperkerjakan dirinya maka mereka harus siap untuk mengeluarkan dana 40 juta pounds kendati menebus kontrak manajer tersebut, selain itu untuk Mauricio Pochettino bukan jaminan bahwa United akan jauh lebih baik dari sekarang.

Mauro Icardi dan Manajemen Bertemu Untuk Membahas Masa Depan

Mauro Icardi
Mauro Icardi

Perselisihan Diantara Klub Raksasa Italia Inter Milan dan pemain Mauro Icardi sebagai sang penyerang masih berlarut-larut sampai saat ini. Karena hal tersebut, kedua belah pihak telah berinisiatif membuat sebuah pertemuan guna untuk mencari sebuah solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak.

Semua permasalahan yang telah dimulai pada saat inter milan , secara tiba-tiba menyampaikan bahwa Pemain Mauro Icardi tidak akan menjabat di posisi kapten lagi. Pada pernyataan yang singkat ini telah diumumkan melalui Twitter, bahwa Inter Milan telah memilik Samir Handanovic untuk menjadi Penggantinnya.

Publik saat ini telah di buat heboh, dan Pemain Mauro Icardi telah memberikan respon yang kurang menyenangkan juga. Sang penyerang yang berasal dari Argentina ini telah menolak Untuk Memperkuat tim pada saat ini akan menghadapi Rapid Vienna pada leg Pertama di 32 besar di Liga Europa.

Masalah ini terus berlanjut, dan Mauro Icardi juga masih tidak bersedia untuk memenuhi panggilan itu untuk memperkuat tim. Performa Nerazzurri pun perlahan-lahan memperlihatkan sedikit penurunan, dimana mereka semua telah gagal meraih sebuah kemenangan pada 2 partai terakhir pada serie A ini.

Solusi tidak kunjung datang, dan telah diyakini bahwa masalah ini dapat memberikan Pengaruh buruk terhadap perjalanan Inter Milan pada di sisa-sisa musim ini. Oleh karena itu, mereka berdua tidak berinisiatif untuk membuat Sebuah pertemuan.

Dalam cuitan ini, Tidak disebutkan dengan detail dan jelas apa saja agenda perbincangan kedua belah pihak. Tetapi yang pastinya, Inter Milan menegaskan bahwa pada pertemua ini telah dilangsungkan untuk mencari sebuah solusi yang terbaik untuk semuanya.

 

 

 

 

 

Zidane dan Chelsea adalah perpaduan yang sempurna

Robert Pires, mantan pemain Arsenal ini memberikan pandangannya seputar ketertarikan Chelsea pada Zinedine Zidane untuk memanajeri timnya. Pires mendukung langkah Chelsea untuk merekrut mantan pelatih Real Madrid itu.

Selama beberapa waktu kebelakang banyak rumor yang mengatakan bahwa Chelsea tengah mencari pengganti untuk pelatih mereka saat ini, Maurizio Sarri. Dikatakan alasan mereka ini adalah karena deretan hasil buruk yang diraih oleh pelatih asal Itali itu, sehingga dikatakan juga bahwa pihak manajemen Chelsea akan segera memberikannya surat pemecatan.

Chelsea juga sudah dirumorkan memiliki kontak-kontak dari beberapa manajer top, salah satunya adalah Zinedine Zidane yang berhasil memenangkan tiga tropi liga Champion berturut-turut bersama Real Madrid.

Pires sendiri mengakui bahwa meski Maurizio Sarri adalah pelatih yang hebat, meskipun ia masih belum menemukan cara terbaik untuk memanajeri Chelsea sekarang ini, sangat sulit baginya untuk menebak apakah Sarri akan tetap menjadi manajer di musim depan nanti.

Dengan itu jika Chelsea benar-benar akan memecat Sarri, atau Sarri meninggalkan Chelsea. Maka tidak ada opsi yang lebih sempurna selain Zinedine Zidane. Sebab menurut Pires, Zidane sendiri pasti mampu mengendalikan ruang ganti tim mereka, sebab Zidane sendiri sudah pernah menunjukkan kualitas baik dari segi pemain, maupun pelatih.

Akan menjadi kabar yang sangat bagus bagi Premier League jika Zidance mau pindah dan mengurusi salah satu tim di Inggris.

Madrid Tersingkarkan, Nama Zidane dan Ronaldo Kembali Disebut

Real Madrid telah tersingkirkan dari ajang Liga Champions kali ini setelah dibekuk Ajax Amsterdam 1-4 pada putaran kedua 16 besar, Rabu (6/3) dinihari. Gelar juara bertahan ini harus tersingkir dengan agregat 3-5.

Kegagalan tersebut mencatat seberapa buruk perjalanan Madrid di musim ini, El Real tampil tidak seperti biasanya diawal musim dan berbagai kompetisi tidak mereka perjuangkan.

Madrid juga harus tersingkir dari Laga pertandingan Copa Del Rey bahkan Liga Champions musim ini mereka gagal memperjuangkan juara bertahan yang mereka miliki. Harapan untuk menjuarai La Liga juga begitu tipis yang tertinggal 12 poin dari Barca.

Real Madrid harus menerima kegagalan pahit mereka dimusim ini tanpa adanya Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Iker Casillas juga memberikan alasan mengenai kondisi terburuk Madrid pada musim ini dimulai dari kepergian Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Menurutnya bahwa Zidane cukup cerdas untuk meninggalkan El Real ketika Ronaldo memastikan akan pergi dari Santiago Bernabeu dan kesalahan terbesar Madrid adalah membeli pemain penganti yang tidak sehebat dengan Cristiano Ronaldo.

“Kehilangan kedua orang terpenting itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang telah dilakukan Real Madrid, siapa pun yang melatih El Real harus bersedia menerima tugas yang sangat sulit,” ucap Casillas.

“Real Madrid tanpa Ronaldo itu ibarat kehilangan mesin pencetak gol” lanjut mantan penjaga gawang Madrid itu.

Henderson kritik finishing tim yang buruk.

Jordan Henderson, pemain Liverpool dengan gelar Kapten tim ini memberikan analisis mengenai hasil imbang yang mereka raih ketika melawan Everton. Henderson menyebut bahwa salah satu penyebab mereka tidak dapat meraih hasil yang maksimal adalah karena penyelesaian timnya itu tidak cukup tajam untuk menerobos gawang Everton.

Liverpool gagal meraih kemenangan setelah melalui pertanding di Goodison Park dengan skor 0-0. Tercatat Liverpool lebih mendominasi permainan, mereka juga sudah melepaskan 10 tembahan kearah gawang sepanjang laga, sayangnya hal itu hanya berhenti cukup sampai disana.

Henderson mengakui bahwa Liverpool tidak bermain dengan baik pada laga itu. Mungkin ada beberapa penyebab terkait dengan hal tersebut.

Kegagalan kali ini merupakan kegagalan lini serang Liverpool, mereka gagal mengkonversikan kesempatan dan peluang yang sudah diciptakan oleh pemain yang lain.

Menurutnya banyak peluang bagus yang sudah diciptakan namun sayangnya penampilan kali itu mereka tidak dapat menunjukkan ketajamannya.

Laga tandang ke United dan Everton menurutnya adalah laga yang sulit, dan beruntung mereka masih dapat mengimbangi permainan lawan. Liverpool harus tetap mengambil hal yang positif dari setiap laga yang mereka jalani.

Pada akhirnya mereka terbentur dengan ekspektasi mereka sendiri yang tinggi, masih ada banyak pertandingan yang harus mereka lalui dan perjuangan mereka harus tetap diusahakan dengan kerja keras.

Pada laga pekan ke 30 nanti, Liverpool akan kembali bertanding, kali ini mereka akan menghadapi Burnley.

Manchester United kembali duduki posisi aman.

Setelah berhasil mengalahkan sang tamu di Old Trafford, Setan Merah kembali menduduki posisi 4 besar di Klasemen sementara liga inggris.

Dengan skor 3-2 Manchester United meraih 3 poin atas kemenangannya melawan Southampton, sementara klub yang menduduki klasemen ke 4 sebelumnya, Arsenal gagal mendapatkan poin maksimal setelah mengalami hasil seri dalam laga kontra Tottenham yang membuat mereka turun 1 tingkat ke klasemen 5.

Lima gol yang tercipta dalam laga Manchester United kontra Southampton ini menunjukkan persaingan yang begitu ketat bagi keduanya. Meski sempat tertinggal, United berhasil membalikkan kan keadaan dan mengimbangi Southampton dengan skor 2-2, sampai akhirnya gol penentu kemenangan United ini kembali diciptakan oleh Romelu Lukaku.

Dengan keadaan 3 menit meraih tendangan sudut, Southampton sudah menyelamatkan gawangnya selama dua kali.

Hingga Southampton meraih peluang di menit ke 11, yang sayangnya belum menciptakan angka. Di menit ke 14, Smalling membuat pelanggaran didalam kotak pinalti, namun sang wasit tidak menunjuk tempat pada titik putih.

Sampai akhirnya Southampton berhasil membuka suara dengan gol pertamanya di menit ke 26, gol tersebut di ciptakan oleh Yan Valery yang didukung oleh Austin setelah memberikan umpan dari sebelah kiri pertahanan lawan.

Skor tersebut terdiam sampai menit ke 53, MU kembali menyamakan kedudukan melalui gol perdana Pereira. Setelah menciptakan golnya sendiri, kini Pereira tampil lebih percaya diri.

Kepercayaan diri itu juga memancing terjadinya gol kedua yang diciptakan oleh Romelu Lukaku dengan bantuan umpan dari Pereira. Skor sementar menjadi 2-1.

Pada menit ke 75 Southampton kembali berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang dieksekusi Ward-Prowse, tendangan tersebut melengkung hingga De Gea kesulitan untuk meraihnya. Hal itu membuat kedudukan menjadi imbang.

Secara perlahan tapi pasti sang striker ini kembali meluncurkan tendangan yang menghasilkan gol keduanya di menit ke 88. Romelu Lukaku berhasil membuat Manchester United kembali meraih kemenangan, dengan skor akhir 3-2.

Pada akhirnya MU mendapatkan skor yang maksimal dan menggantikan Arsenal di posisi empat besar klasemen sementara.